Popular Post

Popular Posts

Recent post

Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

10. Arsenal 2003-04 (49 Laga)



Arsenal pada 2003/04 menyusul jejak Preston North End lebih dari seabad silam sebagai tim yang mampu menyudahi satu musim top flight Liga Inggris tanpa sekali pun menderita kekalahan, sekaligus merengkuh predikat The Invincibles.
Trofi Premier League musim itu pun diamankan pasukan Arsene Wenger, yang ketika itu masih bermarkas di Stadion Highbury.

Unbeaten run yang sudah dimulai sejak dua partai jelang penutupan 2002/03 itu dilanjutkan The Gunners sampai pekan kesembilan ‘04/05, alias menyentuh 49 laga. Sayang, niatan untuk menggenapkan catatan tersebut menjadi 50 partai pupus setelah mereka ditumbangkan rival berat, Manchester United, 2-0 di Old Trafford.

9. Juventus 2011-12 (49 Laga). 



Datang menggantikan Ciro Ferrara sebagai pelatih Juventus, Antonio Conte langsung mempersembahkan scudetto pada musim 2011/12 lalu alias musim debutnya bertugas di Turin.
Hebatnya, titel pertama Si Nyonya Tua pasca-calciopoli itu dibukukan dengan status tak terkalahkan sepanjang musim -- total 39 laga ditambah satu partai terakhir Ferrara yang berkesudahan 2-2 kontra Napoli pada pekan pamungkas 2010/11.

Tanpa kehadiran Conte -- yang pada Agustus lalu divonis bersalah dalam kasus scommessopoli karena tidak melaporkan upaya pengaturan skor sewaktu membesut Siena -- di tepi lapangan, Bianconeri ternyata tetap mampu tampil gemilang dan menjaga rekor tak terkalahkan hingga giornata 10 musim ini.

Namun, Juve akhirnya tersandung juga. Pada pekan ke-11, mereka dipaksa menyerah 3-1 oleh seteru abadi, FC Internazionale, di Juventus Stadium. 

8. Ajax 1994-96 (52 Laga) 



Golden generation era 1990-an, dengan nama-nama seperti Edwin van der Sar, De Boer bersaudara, Clarence Seedorf, Marc Overmars, hingga Patrick Kluivert adalah salah satu skuat terbaik yang pernah dimiliki Ajax Amsterdam.Selain berkuasa di Eredivisie dengan tiga gelar berurutan (1994, 1995, 1996), tim arahan Louis van Gaal juga meraih kejayaan di pentas Eropa dengan menjuarai Liga Champions 1994/95 -- titel keempat sepanjang sejarah Ajax.Torehan tak terkalahkan sebanyak 52 partai di liga domestik melengkapi kegemilangan De Godenzonen alias Putra-Putra Dewa pada periode ini. Adalah tuan rumah Willem II yang akhirnya menyetop laju Ajax dengan membukukan kemenangan tipis 1-0 pada 14 Januari 1996. 

7. FC Porto 2010-12 (55 Laga) 



Bertahan lebih dari dua dekade, rekor Benfica sebagai tim dengan rangkaian tak kalah terpanjang di Liga Portugal nyaris saja disamakan oleh Porto. Rentetan tak terkalahkan Os Dragoes bermula pada Maret 2010, waktu kendali tim masih dipegang Jesualdo Ferreira.Catatan bagus berlanjut ketika tongkat kepelatihan diambil alih Andre Villas-Boas, sosok yang kini menukangi Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris, pada 2010/11. Di musim itu, sang bos muda mempersembahkan empat gelar, termasuk Liga Europa, sebelum hengkang ke Chelsea.Streak sudah menyentuh 55 laga kala tim, di bawah asuhan pelatih terkini, Vitor Pereira, bertandang ke markas Gil Vicente pada pekan ke-17 Primeira Liga musim kemarin. Kalau seri saja dalam partai ini, maka rekor Benfica akan disetarakan Porto. Sayang, mereka justru takluk dengan skor 3-1 

6. Penarol 1966-69 (56 Laga) 



1960-an pantas dianggap sebagai periode keemasan Penarol. Tujuh titel liga, tiga Copa Libertadores, serta dua Piala Interkontinental mereka caplok pada dekade ini.Selain trofi, pencapaian mentereng lain yang juga diukir Penarol adalah rekor tak terkalahkan di Liga Uruguay sebanyak 56 pertandingan yang membentang selama tiga tahun, sejak September 1966 sampai September 1969.Torehan impresif tim berjulukan Carboneros alias Si Penambang Batu Bara ini dipastikan berakhir setelah mereka dibekuk Liverpool Montevideo dua gol tanpa balas.

5. Benfica 1976-78 (56 Laga) 



Di bawah arahan pelatih asal Inggris, John Mortimore, Benfica mengukuhkan diri sebagai pemegang rekor tak terkalahkan sepanjang sejarah di Liga Portugal.
Diperkuat bintang-bintang Seleccao era tersebut, seperti Fernando Chalana, Humberto Coelho, Toni, Nené, Manuel Bento, Shéu, João Alves, dan Minervino Pietra, Os Aguias tak terhadang dalam 56 duel.

Streak ciamik Benfica, yang diawali sejak Oktober 1976, baru terhenti pada akhir 1978. Mereka takluk 1-0 saat melawat ke markas musuh besar, FC Porto.

4. AC Milan 1991-93 (58 Laga): 



Tim Milan asuhan Arrigo Sacchi yang mencaplok dua titel Piala Champions berurutan pada 1989 dan 1990 punya julukan “The Immortals”, sedangkan skuat pimpinan Fabio Capello dengan rengkuhan tiga scudetto konsekutif antara 1992 dan 1994, juga Liga Champions 1993/94, dilabeli “The Invincibles”.
Alasannya sudah jelas, Rossoneri di bawah arahan Don Fabio mengemas rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Serie A, setotal 58 pertandingan, di periode Mei 1991 sampai Maret 1993.

Bermaterikan pemain yang tak banyak berubah dibandingkan era Sacchi, termasuk trio Belanda Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten, Capello menyempurnakan Milan dengan menambahkan detail kecil yang diperlukan.

“Capello sangat baik dalam melanjutkan pekerjaan yang dimulai Sacchi dan menambahkan hanya kepingan-kepingan kecil untuk melengkapi mosaik yang sempurna,” demikian ucap mantan anak buah Capello yang kini menukangi Parma, Roberto Donadoni.

Adapun tim yang mengakhiri rekor imbattuta Milan besutan Capello adalah Parma, yang membawa pulang kemenangan 1-0 dari San Siro pada giornata 23 musim 1992/93 berkat gol tunggal Faustino Asprilla. 

3. Boca Juniors 1924-27 (59 Laga): 



Boca Juniors dua kali menorehkan rekor tak terkalahkan di Primera Division Argentina, yakni saat kompetisi masih berstatus amatir dan ketika sudah memasuki era profesional.Catatan paling istimewa adalah yang pertama, dibuat pada 1924 hingga 1927, ketika mereka tak terbendung dalam 59 laga. Setelah ditumbangkan Huracan 2-0 pada akhir Maret 1924, Boca baru mengecap kekalahan lagi lebih dari tiga tahun berselang. Adalah tuan rumah Lanus yang menyetop rekor Boca dengan kemenangan 2-1 pada Juni 1927..Di era profesional, Boca, yang kini tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi titel terbanyak di dunia, juga sempat mengemas unbeaten streak lagi, sebanyak 40 pertandingan, pada 1998 sampai 1999.

2. Celtic 1915-17 (62 Laga): 



Di tangan pelatih pertama Willie Maley, Celtic mencetak unbeaten streak yang hingga sekarang masih tercatat sebagai rekor di seantero Britania Raya. Pada rentang November 1915 sampai April 1917, The Hoops tak pernah mengecap kekalahan dalam 62 partai, termasuk di antaranya dua laga yang dimainkan dalam sehari, yakni melawan Raith Rovers FC (Celtic menang 6-0) dan Motherwell (3-1).Patsy Gallagher serta Jimmy “Napoleon” McMenemy mencuat sebagai bintang dalam skuat Celtic generasi ini. Tim juga diperkuat oleh Alec “The Icicle” McNair, yang sampai saat ini masih berstatus kolektor penampilan terbanyak untuk klub sebanyak 604 laga.

1. Steaua Bucuresti 1986-89 (104 Laga) 



Inilah pemilik rekor tak terkalahkan terpanjang di sebuah liga domestik di Benua Biru.Pada periode kejayaannya, Steaua Bucuresti benar-benar tak tertandingi di Liga I Rumania. Tim yang waktu itu diperkuat para pemain seperti Miodrag Belodedici, László Bölöni, Marius Lăcătuş, Victor Piţurcă, dan Gavril Balint tak tersentuh kekalahan dalam 104 partai!Steaua juga terbukti tidak jago kandang. Mereka sukses memenangi Piala Champions 1985/86, menjadi semi-finalis di edisi 1987/88, dan runner-up pada 1988/89.Adapun tim yang sanggup menghentikan streak Steaua di kancah domestik, yang bertahan selama tiga tahun (1986-89), adalah musuh sekota, Dinamo Bucuresti. Dinamo menang telak 3-0 kala bertamu ke markas Steaua pada 9 September 1989.
10 Akademi Sepakbola Terbaik di Dunia 

Dengan semakin tingginya harga pemain-pemain bagus, banyak klub yang mulai memanfaatkan pemain muda dari akademi mereka. Beberapa berhasil menjalankan strategi ini dengan sukses, sebagian lagi tak begitu beruntung.

Bagi klub-klub kecil, akademi sepakbola adalah penyambung nyawa mereka. Dengan minimnya dana untuk transfer pemain, lulusan akademi adalah satu-satunya penyuplai pemain paling bisa diandalkan. Jika pemain yang dididik punya bakat besar, klub kecil bisa mendapat keuntungan besar dengan menjualnya ke klub yang lebih besar.

Bagi negara, kehadiran akademi berarti memastikan pembinaan usia muda masih terus berlanjut. Dengan demikian, otomatis suplai pemain yang bisa memperkuat timnas juga tak akan habis.

Berikut adalah deretan akademi sepakbola yang konsisten menghasilkan bakat-bakat besar. Ukuran keberhasilan di sini adalah kemampuan menghasilkan pemain-pemain kelas atas plus pengelolaan yang berkelanjutan.

Ada banyak akademi klub yang menghasilkan pemain-pemain hebat . Ada Banyak akademi bagus yang tidak tercakup di sini seperti akademi Bayern Munich, Dortmund, Internazionale, Clairefontaine, Baskonia dan lain-lain. 

1. Calissta
Real Madrid memiliki salah satu akademi terbaik di dunia. Lulusan Akademi Madrid sebenarnya memiliki kualitas yang bagus, namun mereka jarang mendapat tempat di tim utama Los Blancos. 

Kebijakan Real Madrid yang lebih memercayai pemain bintang hasil pembelian dari klub lain membuat peluang pemain lulusan Castilla untuk memperkuat tim utama menjadi sangat kecil. Tetapi dari sisi kualitas pemain lulusan Castilla sebenarnya bisa disandingkan dengan akademi terbaik dunia lainnya. 

Alumni: Arbeloa, Rafa Benitez, Butragueno, Casillas, Cambiasso, Santiago Canizares, Guti, Javi Garcia, Juan Mata, Raul, Soldado. 

2. Santos
Santos adalah salah satu kekuatan terbesar di Amerika Selatan. Akademi Santos memiliki kebiasaan untuk mengorbitkan pemain-pemain berkualitas dunia. 

Seperti halnya klub-klub Brasil yang lain, Santos juga menjadi penyuplai pemain hebat bagi klub-klub besar Eropa. Meski selalu ditinggal para bintangnya, Santos seperti tak pernah berhenti mendapatkan pemain muda baru kaya potensi. 

Alumni: Pele, Pita, Juary, Robinho, Leo, Giovani, Ganso, Neymar. 

3.The Academy of Football
West Ham cenderung sering terlupakan ketika berbicara mengenai pengembangan pemain muda. Alasannya jelas, Para pemain binaan West Ham banyak direbut klub-klub besar ketika mulai menunjukkan bakatnya. 

Sejak didirikan pada dekade 50-an oleh manajer Ted Fenton, The Academy telah berhasil menelorkan banyak pemain muda berkualitas di Inggris. 

Alumni: Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrick, Joe Cole, Glen Johnson, Jermain Defoe. 

4.Gremio

Gremio adalah klub besar Brasil yang punya tradisi menghasilkan talenta kelas dunia. Secara umum, klub-klub Brasil memang ahlinya dalam mengembangkan pemain muda menjadi pemain besar berprestasi. 

Namun Gremio menonjol karena telah diakui secara resmi sebagai klub yang memiliki akademi terbaik di Brasil. Pengakuan ini pun datangnya dari CBF (Federasi Sepakbola Brasil). 

Alumni: Ronaldinho, Anderson, Lucas Leiva, Eduardo Costa, Lucio, Emerson, Gerson, Ailton. 

5. El Semillero
Nama Argentinos Junior mungkin tak banyak anda dengar, atau malah belum pernah anda dengar sama sekali. Tetapi klub kecil asal Argentina ini memiliki tradisi menghasilkan bakat-bakat besar sepakbola. 

Akademi El Semillero memiliki reputasi yang bagus dalam hal pembinaan pemain muda. Sayang, ketika sudah 'jadi', para pemain itu banyak yang pindah ke klub sekota Argentinos Juniors, River Plate dan Boca Juniors. 

Alumni: Diego Maradona, Juan Riquelme, Cambiasso, Coloccini, Sergio Batista, Fernando Redondo, Juan Pablo SorinJose Pekerman. 

6. Arsenal Academy
Arsenal Academy mungkin lebih dikenal karena bisa mengembangkan bakat pemain muda yang mereka dapat dari klub lain. Dengan dipimpin Arsene Wenger, Arsenal Academy bisa menyuplai kebutuhan pemain-pemain kelas atas yang dibutuhkan The Gunners. 

Arsenal Academy dikenal lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Hasilnya memang membuktikan bhawa lulusan mereka banyak yang mampu berprestasi. Sayang sekali Arsenal juga hobi menjual pemain-pemain terbaik mereka. 

Alumni
 : Ashley Cole, Gael Clichy, Jack Wilshere, Alex Song, Nickals Bendtner, Ray Parlour, Paul Merson, Tony Adams. 

7. Sporting Academy Alochete

Jika melihat beberapa pemain terbaik Portugal, baik di masa lalu hingga saat ini, banyak di antara mereka yang berasal dari Sporting PUMA Academy. 

Akademi milik Sporting CP ini terletak di daerah bernama Alochete. Andai bisa mempertahankan pemain-pemain terbaiknya, tak msutahil Sporting akan mampu berbicara banyak, tak hanya di tingkat nasional, tapi juga Eropa. 

Alumni: Cristiano Ronaldo, Quaresma, Nani, Moutinho, Luis Figo, Simao, Miguel Veloso, Nuno Valente. 

8. Manchester United Academy

Akademi milik Manchester United kini telah memiliki tradisi untuk menelorkan pemain-pemain hebat kelas atas. Sebagian besar kesuksesan akademi ini diprakarsai oleh Sir Alex Ferguson. Sejak menangani United, Sir Alex sangat memercayai bakat muda klubnya. 

Kepercayaan itu terbayar tuntas ketika Class of '92 menjadi pilar utama United ketika meraih treble winners pada 2009. Kemampuan Fergie mengkombinasikan pemain lulusan akademi dengan pemain hasil transfer telah memberikan kesuksesan besar bagi Setan Merah. 

Alumni: Charlton, Hughes, Beckham, Giggs, Scholes, Neville bersaudara, Nicky Butt, Cleverley. 

9.De Toekomst
Ajax pernah merajai Eropa dengan pemain-pemain berbakat yang mereka hasilkan. Tetapi di era modern, Ajax memiliki kesulitan untuk mempertahankan para pemain berbakat yang mereka kembangkan. 

Akademi De Toekomst (yang berarti Masa Depan) telah menghasilkan banyak pemain hebat yang menghiasi lapangan hijau dunia. De Toekomst punya dasar sepakbola khas Belanda; Total Football. 

Alumni: Johann Cruyff, Wesley Sneijder, Van der Vaart, Suarez, Van der Sar, Vermaelen, Bergkamp, Vertonghen. 

10 La Masia
Sudah tak perlu diragukan lagi, La Masia adalah akademi sepakbola terbaik saat ini. Sebagai penyuplai pemain bagi Barcelona FC, La Masia mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bukti yang paling jelas adalah ketika pada 2010, tiga finalis Ballon d'Or berasal dari La Masia: Messi, Iniesta dan Xavi. 

Selain hebat dalam mengembangkan bakat pemain, La Masia juga punya kebijakan bagus soal pendidikan pesertanya. Banyak akademi yang mengharuskan para pesertanya untuk berhenti sekolah pada usia 15 tahun agar fokus ke sepakbola. Di La Masia, para peserta diwajibkan mengikuti pendidikan dengan baik. Akan ada 'penalti' jika mendapatkan nilai bagus di bidang akademik.

Alumni: Josep Guardiola, Xavi, Iniesta, Messi, Pedro, Puyol, Pique, Fabregas, Arteta, Thiago Alcantara, Cuenca.
Saya akan kasih ke semua pembaca blog gue tentang informasi yang bermanfaat (buat yang suka bola. Ya pasti bermanfaat). Bagaimana kalau gak suka bola? Simak aja dulu  postingan saya kali ini, siapa tau pengen koleksi wkwk...

oke lah, langsung aja. Ini dia "7 Jersey Bola Terbaik Musim Ini" 

1. Olyimpique Lyon (Third) 2012-2013



Salah satu jersey yang paling keren dan terbaik Karena ini pertama kalinya di dunia sebuah jersey sepak bola menggunakan efek 3D. Iya, 3D. Bukan 1D yang alias One Direction. Jadi, jika ingin melihat efek 3D, hanya bisa menggunakan kacamata 3D. Tapi enggak tau deh, apakah beli jersey bola dapat gratis kacamata atau mesti nyolong di XXI?

2. Barcelona (home & away) 2012-2013





Nah, jersey kedua adalah jersey Barcelona home & away. Kok sampai kedua-duanya? Jawabnya simple aja: Warna dan corak gradasinya itu keren! Jarang-jarang lho sebuah jersey ada corak gradasinya kayak gini.

3. Jersey Swansea City (home) 2012-2013




Jersey Swansea City ini menduduki posisi urutan ke 3. Kenapa emang? Karena jersey ini mengingat perayaan 100 tahun berdirinya Swansea City atau centenary. Mirip jersey Real Madrid musim lalu ya...

4. Jersey Swindon Town (away) 2012-2013


Kenapa menduduki peringkat ke 4? Padahal biasa-biasa aja... Coba perhatiin deh sponsornya. Yap, sponsornya adalah EA Sports dengan game terbarunya FIFA 13. Bisa begitu ya... Btw, klub ini terdapat di divisi liga ke 2 Inggris.

5. Jersey Ajax (home) 2012-2013


Yap, urutan ke 5 ditempati oleh Ajax. Menurut saya ini jersey juga gak kalah keren, liat aja motif di bagian bawah jersey tersebut. Mirip seorang raja atau pangeran bertopeng?

6. Jersey FC Porto (home) 2012-2013


Simple. Kedengarannya cocok buat jersey FC Porto musim ini. Hanya ada 4 garis yang terdapat pada jersey ini, biasanya kan banyak banget. Rasanya cocok buat dipakai jalan-jalan...

7. Jersey Chelsea (away) 2012-2013


Yang terakhir, ada jersey away Chelski... eh Chelsea maksudnya. Warna dasar putih dengan corak biru muda, tua dan hitam. Cocok buat anda para fans Chelsea yang bosan dengan jersey home. 

Well, segitu dulu review saya kali ini. Bila ada kata-kata yang tidak berkesan mohon maaf, dan bila jersey yang anda suka tidak ada disini, berarti anda kurang hoki..

7 Jersey Bola Terbaik Musim Ini



1. 20 kartu merah pernah dikeluarkan dalam sebuah pertandingan Sportivo Ameliano vs General Caballero (Paraguay) pada tahun 1993.

2. Klub ASEC Abidjan (Pantai Gading) tak terkalahkan selama 108 games, dari tahun 1989 – 1994!

3. Carlos Caszely (pemain Chili) adalah pemain yang terkena kartu merah pertama di Piala Dunia, tepatnya pada 14 Juni 1974.

4. Timnas negara Eropa selalu mencapai final di setiap gelaran Piala Dunia, kecuali tahun 1930 dan 1950.

5. Kiper Arthur Wharton adalah pemain profesional berkulit hitam pertama. Dia lahir di Ghana dan bermain untuk tim liga Inggris Rotherham United tahun 1889.

6. Tahun 1950, India menarik diri dari Piala Dunia karena tidak diijinkan bermain tanpa alas kaki.

7. Tahun 1954, Turki kalah dari Spanyol saat kualifikasi Piala Dunia karena batang jerami. Pemain Italia Franco Gemma menutup matanya dan mengambil batang jerami dan dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.

8. Tahun 1957, hanya tersisa 30 menit, Charlton Athletic berhasil membalikkan skor dari ketinggalan 5-1 atas Huddersfield Town menjadi kemenangan 7-6!

9. Tahun 1968, Penarol (klub Paraguay) hanya kemasukan 5 gol dalam 18 pertandingan liga dan tak terkalahkan sepanjang musim!

10. Tahun 1996, George Weah membayar sendiri kaos dan gaji pemain (sekaligus teammates) Timnas Liberia.

11. Tahun 1997, pemain internasional Nigeria, Celestine Babayaro mengalami patah kaki saat merayakan gol pada pertandingan debut preseason bersama Chelsea.

12. Tahun 1998, wasit Inggris, Martin Sylvester mengeluarkan dirinya sendiri dengan kartu merah, sesaat setelah memukul seorang pemain pada pertandingan The Andover dan District Sunday!

13. Tahun 1999, pelatih Leganes, Enrique Martin mendapat hukuman 10 kali pertandingan setelah berlari mendekati pemain lawan yang mencetak gol.

14. Skor terbesar di dunia dalam pertandingan internasional adalah 31-0, pada pertandingan antara timnas Australia melawan timnas Samoa Amerika

Keberadaan seorang kiper di dalam permainan sepak bola sangat berpengaruh besar terhadap hasil pertandingan. Posisi yang sangat sedikit peminatnya ini ternyata memiliki peran yang lebih krusial di bandingkan peran seorang peyerang. Saking krusialnya kehadiran seorang kiper (penjaga gawang) yang handal membuat klub sebesar Manchester United pernah kelimpungan usai di tinggal sang tembok pertahanan  Peter Schmeichel di awal tahun 2000-an, tidak kurang enam kiper di datangkan oleh sang pelatih hingga akhirnya menemukan Edwin van Der Sarsebagai pemilik jarsey nomor 1.
Lantas siapakah kiper yang menyandang sebagai kiper terbaik dunia saat ini jika melihat peran krusialnya bagi sebuah tim ? Stadion Sepak Bola mencoba mengemukakan tiga nama sebagai yang terbaik selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Siapa saja mereka ? Berikut adalah tigakiper terbaik dunia versi Stadion Sepak Bola.
1. Gianluigi "Gigi" Buffon
kiper terbaik dunia, buffonPenjaga gawang yang satu ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya sebagai seorang pintu terakhir di lini pertahanan. Memiliki refleks yang bagus, pengambilan keputusan yang tepat, serta kemampuan mengendalikan lini pertahanan semakin menyempurnakan atribut Buffon sebagai si nomor 1. Mengawali karir di klub Parma, namun sang kiper bermandi gelar ketika berseragam si nyonya tua, Juventus, puncak dari kesuksesan Buffon dalam menjaga pertahanan adalah ketika mengantarkan tim Azzuri, Italia, menjadi yang terbaik di pargelaran Piala Dunia 2006 yang lalu.
Gelar yang diraih (10 tahun terakhir)
  • Juara Serie A : 2002-2003, 2004-2005, 2005-2006
  • Juara Serie B : 2006-2007
  • Juara Piala Super Italia : 2003
  • Juara Piala Dunia : 2006
Gelar pribadi diraih (10 tahun terakhir)
  • Kiper terbaik Eropa : 2003
  • Kiper terbaik Liga Champion : 2002-2003
  • Kiper terbaik Serie A Italia : 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2008
  • Kiper terbaik Piala Dunia : 2006
  • Kiper terbaik versi IFFHS : 2003, 2004, 2006, 2007
  • Kiper terbaik satu dekade terakhir versi IFFHS : 2000-2010
  • Kiper terbaik abad ke-21 versi IFFHS : 2012
2. Iker Casillas
casillas, kiper terbaik duniaSebagai seorang kiper, pembawaan Casillas yang "kalem" memang tidak memberikan intimidasi kepada para pemain lawan, tapi jangan salah justru dengan pembawaan yang seperti itu Casillas justru menjadi salah satu di antar sedikit kiper yang sangat sulit untuk di taklukkan. Keperkasaan Casillas di bawah mistar semakin terlihat sejak klub tempat ia bermain, Real Madrid, mengusung panji Gallacticos. Pembagunan tim yang hanya berorientasi bisnis tanpa mempedulikan keseimbangan tim membuat Madrid sangat tidak seimbang, dahsya saat menyerang namun lemah di saat mendapatkan serangan dari lawan. Lemah di sini bukan berarti Madrid sering kebobolan namun karena sangat mudahnya para pemain lawan memasuki wilayah pertahanan Madrid, beruntung Madrid memiliki kiper dengan kualitas yahud pada diri Casillas yang membuat angka kebobolan tim tetap mini.
Seiring dengan keluarnya Raul Gonzales dari Real Madrid serta tidak di panggilnya sang pemain membela tim nasional Spanyol membuat Casillas di daulatkan sebagai pemimpin bagi rekan-rekannya di klub Real Madrid dan timnas Spanyol. Perlahan namun pasti jiwa kepemimpinan Casillas membuahkan hasil Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 bagi Spanyol.
Gelar yang diraih (10 tahun terakhir)
  • Juara La Liga : 2002-2003, 2006-2007, 2007-2008
  • Juara Coppa del Rey : 2010-2011
  • Juara Piala Super Spanyol : 2003, 2008
  • Juara Liga Champion : 2001-2002
  • Juara Piala Super Eropa : 2002
  • Juara Piala Dunia antar klub : 2002
  • Juara Piala Eropa : 2008
  • Juara Piala Dunia : 2010
Gelar Pribadi yang diraih (10 tahun terakhir)
  • Kiper terbaik La Lga : 2007-2008
  • Kiper terbaik dunia : 2008, 2009, 2010, 2011
  • Kiper terbaik versi IFFHS : 2008, 2009, 2010, 2011
  • Kiper terbaik Eropa : 2008, 2010
  • Kiper terbaik Piala Dunia : 2010
  • sumber: http://piala-sepak-bola.blogspot.com

Pemain sepak bola tidak hanya di kenal dari prestasi yang mereka ciptakan di lapangan hijau saja, namun ada sebagian pemain yang juga terkenal berkat tingkah kontroversi yang mereka lakukan bahkan terkadang tindakan tersebut bisa di bilang konyol. Di dunia sepak bola publik banyak mengenal para pemain kontroversi ini. Sebut saja Eric "The King" Cantona yang mengebohkan publik sepak bola berkat  tendangan kungfunya ke arah penonton.
Tapi ternyata tidak hanya Cantona saja yang memiliki sifat kontroversi tersebut. Siapa saja mereka ? berikut adalah daftar 3 pemain sepak bola yang penuh kontroversi.

1. Eric "The King" Cantona
eric the king cantona
Meski memiliki julukan Si Raja, namun Cantona tetap memiliki sisi gelap dari dirinya. Selain memang memiliki bakat yang hebat di lapangan hijau, sikap arogan Cantona pun sering muncul ketika melakukan selebrasi setelah mencetak gol. Puncak dari aksi kontroversi yang di lakukan oleh Cantona adalah ketika klub yang di belanya saat itu, Manchester United, bertanding melawan Crystal Palace di mana di pertandingan tersebut sang raja mengeluarkan tendangan kungfus ke salah seorang fans Crystal Palace yang mengakibatkan sang pemain di skors dari lapangan hijau selama delapan (8) pertandingan.

2. Carlos Tevez
carlos tevez
Tevez mulai di kenal publik berkat keberaniannya bermain di kompetisi liga Brasil yang notabene adalah negara musuh bebuyutan dari asal sang pemain. Setelah sukses di Brasil, Tevez kemudian hijrah ke Inggris untuk bermain di West Ham United dan sukses  menyelamatkan tim tersebut dari degradasi. Meraih kesuksesan besar saat pindah ke klub asal Machester, Manchester United selam dua tahun, sang pemain memulai kontroversi dengan hijrah ke klub rival Manchester City. Sikap kontroversi Tevez tidak berakhir sampai di sana karena pada akhir tahun yang lalu dia menolak untuk bermain ketika Man.City berhadapan dengan Muechen di Liga Champion. Selain menolak untuk bermain Tevez juga di jatuhi sangsi oleh klub. Tidak terima di perlakukan seperti ini, sang pemain memilih untuk pulang kampung tanpa meminta izin kepada klub. Dan pada akhirnya seperti di ketahui, Tevez di kucilkan dari tim hingga empat tahun lamanya tanpa mendapatkan sepeser gajipun.

3. Mario Balotelli
mario balotelli
Sulit untuk menggambarkan apa yang terjadi dengan pemain beralias Super Mario ini. Meski memiliki talenta istimewa untuk mengolah si kulit bundar namun sikap yang di milikinya bisa di bilang tidak sebanding dengan bakat yang ia miliki. Tercatan sudah berulang kali sang pemain melakukan tindakan-tindakan kontroversi, mulai dari mendapatkan hukuman kartu baik kuning maupun merah akibat tindakan yang tidak penting hingga tindakan konyol seperti membakar kembang api di dalam ruangan. Sikap yang di miliki oleh Balotelli ini pun tidak hanya membuat geram sang pelatih, namun hingga ke asosiasi pemain profesional (FIFPro). Bahkan FIFPro menyarankan agar sang pemain untuk mendapatkan konsultasi psikologis untuk mengatasi hal tersebut.

pada kesempatan kali ini giliran 10 bek terbaik dunia yang di angkat menjadi materi artikel. Kriteria pemilihan ini berdasarkan atas kontribusi sang pemain terhadap permainan serta kontribusi bagi tim yang di bela sesuai dengan fungsinya sebagai seorang pemain belakang. Siapa saja 10 bek terbaik dunia ini ? Berikut adalah 10 daftar bek terbaik dunia versi stadion sepak bola :

1. Nemanja Vidic (Serbia & Man. Utd)

2. Thiago Silva (Brasil & AC Milan)

3. Alessandro Nesta (Italia & AC Milan)

4. Gerard Pique (Spanyol & Barcelona)

5. Philipp Lahm (Jerman & Muenchen)

6. Mats Hummels (Jerman & Dortmund)

7. Patrice Evra (Prancis & Man. Utd)

8. Ashley Cole (Inggris & Chelsea)

9. Fabio Coentrao (Portugal & Madrid)

10. Daniel Alves (Brasil & Barcelona)

- Copyright © 2013 Ilmu - Powered by Blogger - Distributed By Blogger Themes - Designed by Johanes Djogan